“Otomatis Romantis” Tidak Mau Disamakan dengan “Ujang Pantri”

Pernah nonton FTV Ujang Pantri yang beberapa waktu lalu ditayangkan di salah satu televisi swasta? Bisa jadi ketika menonton film Otomatis Romantis yang akan diputar di bioskop mulai 18 Januari 2008 mendatang bakal teringat dengan FTV tadi, secara cerita yang diangkat rada mirip. Yaitu, soal hubungan asmara pegawai kantor level bawahan dengan yang levelnya atasan. Apalagi sutradaranya sama, Guntur Soeharjanto. Deja vu? Namun hal itu dibantah oleh yang bersangkutan.

otomatis romantis

“Temanya hampir sama tapi sudut pandangnya kali ini beda. Kalau di Ujang Pantri, sudut pandangnya dari si Agus Ringgo. Kalau di sini, dari Nadia (Marsha Timothy). Buat saya, sebenarnya tema seperti itu kapan pun bisa diangkat. Apalagi ini medianya film, masyarakat seluruh Indonesia lebih bisa menikmati. Kalau dibilang deja vu, saya rasa tidak. Materi pemainnya beda, krunya beda,” bantah Guntur menjawab pertanyaan Benny Chandra dari Sembarang.com dalam jumpa pers Otomatis Romantis di Royal Plaza, Surabaya hari Minggu, 13 Januari 2008 kemarin.

wulan guritno

Otomatis Romantis merupakan film pertama yang disutradarai Guntur sekaligus produksi perdana dari ISI Production yang bertabur nama-nama terkenal seperti Tora Sudiro, Marsha Timothy, Tukul Arwana, Wulan Guritno, Dwi Sasono, Tarzan, dan Chintami Atmanegara. Naskahnya ditulis Monty Tiwa.

Dengan nama-nama terkenal seperti itu, tentunya bikin penasaran soal total biaya yang harus dikeluarkan pihak pembuat film. Kalau menurut Tukul sih honornya, “Sama dengan James Bond, sama dengan Titanic-lah.”

Sementara pihak produser terkesan tidak mau terbuka soal itu. “Kalau berapa totalnya, kayaknya gak mungkin kita sebutin di sini. Tapi kalau mau tahu berapa kira-kira begitu, silakan ditotal saja sendiri dengan pemain-pemain sedashyat ini,” kata Monica Hariyanto, produser dan pendiri ISI Production sambil menunjuk para pemain film yang hadir. Iya deh, mbak…

FOTO-FOTO: BENNY CHANDRA / SEMBARANG.COM

otomatis romantis

5 Responses

  1. Ronsen says:

    Gua jarang nonton tv karena jam-jam prime time dihiasi sinetron. Gua bisa dikatakan beruntung bisa nonton Ujang Pantri, bahkan sampai dua kali. Keren.

  2. fourspeedlab says:

    wah asik neh, nonton bareng yuk

  3. indah says:

    filmna cukup menarik to di tonton. coz yang bikin lucu itu, tukul n mpok atiek. saya berharap ada otomatis romantis yang ke dua, n di bikin lebih seru lagi.
    thanks yawh………………………………………………
    but ka2 w, yaitu cly w sayang baned ma lw. w berharap lw akn berubah. w akn nungu prubahan dari diri lw.

  4. diank says:

    Memang agak mirip dengan film ujang pantri, tapi sebenarnya kalo disimak-simak ada juga perbedaan antara ujang pantri dengan otomatis romantis. Andaikan saja film otomatis romantis dapat dijadikan film ftv juga kayaknya seru juga tuh.

  1. January 16, 2008

    […] bedanya posisi Bambang adalah Bagian Administrasi yang sekilas rada mirip office boy. Tiba-tiba bayangan FTV Ujang Pantri langsung muncul. Kebetulan sutradaranya sama, Guntur […]

Leave a Reply

Your email address will not be published.