13 responses to “Otomatis Romantis: Otomatis Gak Usah Mikir”

  1. Benny Chandra dot com » Otomatis Romantis

    [...] Otomatis Romantis: Film komedi bertabur bintang tenar dengan dialog dan sentilan sosial cukup menarik yang sayangnya kualitas gambarnya kurang oke. Kisahnya soal hubungan cinta antara seorang pemimpin redaksi dan karyawan kelas biasa. Deja vu dengan FTV Ujang Pantri yang kebetulan sutradaranya sama? Sang sutradara sih tidak merasa deja vu dengan alasan “materi pemainnya beda“. *gubrak* » | Movies, Refresh | [...]

  2. Otomatis Romantis « Will you keep on dreaming or live your dream?

    [...] Skrinsut diambil dari sini [...]

  3. eCha

    Semalam eCha baru nonton film ini.
    Jujur aja eCha ga terlalu ahli dalam hal memperhatikan penataan cahaya, suara, etc.
    cuma penggemar film… :-P hehehe…
    Cuma mau komen, setelah dipikir², memang terkesan agak “biasa”
    dan jujur aja film “ujang” pantry juga terbersit dalam pikiran saya, tapi alurnya beda koQ, cuma ada sedikit kesamaan yang memang mencolok, hubungan boss killer & bawahan ndeso… :D
    anyway..film ini not that bad lah…tapi ya itu.. “biasa”
    hehehe…

  4. Dendy

    filmnya bagus bangeeeet. akting pemainnya, terutama tora dan marsha oke punya. hanya saya penasaran dengan lagu-lagunya. apa sih judulnya dan penyanyinya? klo ada yg tmn-tmn yg tau, tolong dong e-mail saya. Tqbe4

  5. adhi

    saya agak terganggu dengan keluarganya nadia.
    bayangpun, sepertinya usia nadia, nana, dan nabila
    tidak jauh beda dangan ….ibu joko?!?
    atau ibu joko rutin merawat kulit, anti aging.hehe
    atau saya yang salah lihat.

  6. wisnu

    Nonton film ini kayak nonton sinetron di bioskop,, menghibur sih..tp menurutku penonton jangan dibiarin terlalu lama berada pada fase “plateau”,,fase datar tanpa adegan yang lucu, namanya juga film komedi, surprise us please!!make us laughh!!The more the merrier!!Masi kalah ama Get Married,, walopun ending get married jayuz.. Di film ini ada beberapa adegan yang, well, datar jika tidak ingin dikatakan membosankan.
    Tp gpp, maju terus film non-horor indonesia,,kalahkan hegemoni film horor di Indonesia!!

  7. munis

    mmg film indonesia skrg lg menggeliat.but film ini lumayanlah, bnyak hikmah yang bisa diambil dari film ini, contohnya kalo Kerja Jangan ABS, be your self ok

  8. debby yunita

    speciall its not important, the things is i got laugh cause it funny and smart.

  9. yayak

    Film ini saya suka. Terkesan memang film ini biasa, tapi coba amati cara pengemasan dialognya, pembuat cerita sudah tahu kalo adegan yang akan di perlihatkan adalah terkesan melucu dimata pemirsa, dan biasanya jika ada lelucon yang penontonnya tahu itu adegan melucu maka penonton tdk akan tertawa. Tetapi dalam film ini lain sebab walupun terkesan melucu tetapi toh penonton bakal tertawa terbahak bahak, contoh : saat Bambang mengejek Dave di dekat kuda, saat dave menggigit kaki pak joko dan merayu nabila dll. Intinya walupun biasa tetapi tetap tertawa khan. Jadi kesimpulannya film ini adalah film yang efektif, sebab dengan waktu syuting yang singkat dapat menyuguhkan humor yang tak lucu tapi bisa buat orang tertawa. he he he 3x…

  10. diank

    “Otomatis Romantis”, bagiku film ini sangat menyegarkan dan lucu. Karakter yang dimainkan oleh Bambang(Tore sudiro) sangat pas dengan gaya dia menggunakan logat jawa yang terkenal kental. Satu lagi peran yang dimainkan oleh Marsha Timothy sebagai Nadia di film ini bagus sekali, dia bisa mengungkapkan kekecewaan dan kemarahan hatinya ketika tahu bahwa bambang akan menikah, di mana saat itu nadia telah suka dengannya. Aku suka peran yang mereka mainkan, juga dengan lainnya seperti Nabila(wulan), Nana(poppy), Joko(Tarzan), Dewi(Cintami), Mas Tresno(Dwi sasono), dan tidak kalah lucu lainnya adalah seorang Tukul arwana yang berperan sebagai Dave.
    Semua bersatu dan menjadi cerita yamg sangat menarik dan dapat dijadikan tolok ukur bahwa seseorang tidak selalu dengan kekayaan atau tampang saja untuk mendapatkan cinta, namun dengan kejujuran dan ketulusan hati semuanya akan menjadi lebih indah pada akhirnya. Trims…

  11. elvrino

    film ini emang terasa biasa…
    tapi pesan moral yg di tnjukan ada…
    emang banyak kbetulannya/tiba-tiba…
    seperti…: -bambang punya mesin tik..
    -tresno menggantikan bambang di pernikahan..
    -n yg lain…
    semua itu sebenarnya udah di atur di dlm film….
    klo semuanya di jadikan satu bisa aja,tapi terkesan lama..
    n klo di jelaskan juga bisa,
    tapi di OTOMATIS ROMANTIS 2 aja…
    karya elvry…

    itu menurut saya…
    tapi,tetap OTOMATIS ROMANTIS no 1…….
    mas guntur,asick banget…
    apalagi ada mas monty tiwa juga…. kren abez,,,,,,,,

    saya karena senang sama film yg 1 ini,….
    saya sedang menulis tentang OTOMATIS ROMANTIS 2…
    karena saya mirip dgn bambang…
    ingin agar aspirasi orang yang kecil
    juga bisa di andalkan dan bisa diperlukan…
    bukan ga ada pengalaman tapi talenta…

    met sukses terus perfilman indonesia……..
    GBU ALL…..
    elvri_fenomena@yahoo.co.id

  12. jo

    Pingin tau soundtracknya, ada yag tau ga?

Leave a Reply