Di hari terakhir A Mild IBL 2006 Putaran 1 Seri 2 di Surabaya, Kalila membuat kejutan! Tim asuhan Raoul Miguel Hadinoto itu mampu bermain seimbang saat menghadapi IM Panasonic Telkomsel (IMPT) yang berada di posisi 3 klasemen seri di Jakarta. Bahkan di awal pertandingan yang berlangsung di GOR Kertajaya, Surabaya itu Kalila sempat meninggalkan IM 18-11. Sayangnya keadaan tersebut tidak berlangsung lama karena IMPT mampu mengejar ketertinggalan meskipun tidak mudah karena Kalila juga bermain bagus. Menit demi menit kedua tim susul-menyusul memasukkan bola dengan perbedaan angka tidak jauh. Keadaan yang cukup menegangkan itu berlanjut terus hingga ujung pertandingan di mana IM hanya menang 1 angka atas Kalila dengan skor terakhir 68-67.

cls-bs

Mengenai kemenangan yang hanya selisih satu angka itu, Taufik, Direktur Teknik IMPT mengatakan, “Sebetulnya paling enak bisa menang (dengan angka) lebih banyak. Tadi itu kan resikonya tinggi sekali. Sebetulnya kita berada pada keadaan yang lemah sekali. Kekalahan kita di Jakarta menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi pemain kita, sehingga pada saat Kalila menekan kita dengan full press babak pertama sampai menit ke-5 kita belum bisa kuasai bola karena kita ragu-ragu. Tapi secara pelan-pelan kita bangun.”

Sementara itu, pertandingan selanjutnya antara CLS Good Day dan Avian Bimasakti sempat diwarnai dengan protes pihak Avian Bimasakti soal keputusan wasit yang dianggap kurang adil. “Banyak kesalahan tidak ditegur wasit. Harapan kami agar partai bagus jangan sampai dinodai. Untuk berikutnya jika timnya dari Jawa Timur, sebaiknya wasitnya jangan dari Jawa Timur juga. Tadi wasitnya dari Jatim dan Jakarta,” kata Oei A Kiat, pelatih Avian Bimasakti soal protesnya.

cls-bs

Situasi pertandingannya sendiri memang kurang menguntungkan bagi Avian Bimasakti untuk bisa mengalahkan CLS Good Day. Selain harus menghadapi gempuran Mulyo Hadi Soesilo dan rekan-rekannya yang bermain cukup stabil malam itu, tim asal Malang tersebut kudu tahan mental dengan tekanan penonton yang sebagian besar merupakan pendukung CLS Good Day. Sejak dua angka pertama dicetak Agustinus Indrajaya, CLS langsung memimpin dalam perolehan angka. Sebenarnya Bimasakti bermain tidak jelek, terbukti di babak ke-2 mereka sempat melampaui CLS 22-20. Akan tetapi dengan didominasi lemparan 3 point shot, akhirnya CLS berhasil memenangkan pertandingan paling terakhir putaran di Surabaya itu dengan skor 78-68.

“Kita memang sudah rencana ambil kemengan hari ini. Kemarin Aspac kita lepas. Nanti di Bandung kita akan coba ambil (kemenangan) dari Bhinneka. Jika aturan play off untuk 8 besar, kemungkinan kita masuk 80-100%,” ujar Ming Sudarmono, team leader CLS Good Day dengan nada optimis. Semoga deh!