Tawarkan Glukometer Murah tanpa Jarum, Pelajar Indonesia Raih Beasiswa Google

Minggu lalu, Celestine Wenardy, pelajar berumur 16 tahun asal Indonesia, berhasil masuk dalam deretan penerima penghargaan Virgin Galactic Pioneer Award dalam ajang Google Science Fair di Mountain View, California. Ia berhak mendapatkan beasiswa pendidikan sebesar 15.000 USD, kunjungan kantor pusat Virgin Galactic, dan kesempatan untuk bertemu mentor teknik dari Virgin Galactic selama setahun.

Seperti dijelaskan dalam blog Google di Indonesia, Celestine mengembangkan sebuah alat glukometer yang dapat mengukur konsentrasi kadar gula dalam darah tanpa jarum alias tanpa harus melakukan pengambilan sampel darah. Alat yang dikembangkan pelajar British School Jakarta ini diharapkan dapat menjawab beberapa kendala isu diabetes yang ada di Indonesia. Yaitu, lebih murah dari harga glukometer yang ada di pasaran, mudah untuk digunakan, dan dapat digunakan tanpa melakukan pengambilan sampel darah.

Di ajang Google Science Fair, Google menantang para pelajar untuk menyalurkan rasa ingin tahu dan kecerdasan mereka dalam menemukan, menyusun, atau membangun solusi atas hal-hal yang mereka sukai. Ribuan pelajar turut berpartisipasi dan akhir pekan lalu 24 finalis dari 14 negara di seluruh dunia diundang ke kantor pusat Google di California untuk mengumumkan para pemenang.

Adapun kelima pelajar penerima penghargaan kali ini adalah:

  1. Hadiah Utama: Fionn Ferreira – Pelajar dari West Cork, Irlandia yang ingin membantu menyelamatkan laut dengan metode penyaringan pada satu waktu.
  2. Virgin Galactic Pioneer Award: Celestine Wenardy – Seorang siswa dari Jakarta yang mencari cara non-invasif untuk menguji kadar gula darah.
  3. Scientific American Innovator Award: Tuan Dolmen – Pelajar yang menggemari sains asal Turki menemukan cara untuk memanfaatkan energi dari getaran pohon.
  4. National Geographic Explorer Award: Aman KA dan AU Nachiketh – Dua ilmuwan muda dari India yang menemukan cara ramah lingkungan untuk menggumpalkan karet.
  5. Lego Education Builder Award: Daniel Kazanstev – Seorang siswa dari Rusia yang ingin menemukan cara untuk membantu penderita gangguan pendengaran agar dapat berkomunikasi dengan lingkungan sekitar.

Selamat untuk para pemenang!

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *