Antara Jazz, Payung, dan Golf

Ada pemandangan unik yang terjadi dalam pertunjukan Just Jazz Festival 2011 pada Sabtu malam, 10 Desember 2011, lalu di Driving Range Ciputra Golf Club, Surabaya. Apa itu?

Dari kejauhan, para musisi jazz tampak seperti sedang manggung di antara lautan payung berwarna-warni. Bukan, payung-payung tersebut bukan bagian dari dekorasi panggung. Di balik payung-payung itu ada para penonton yang sedang berlindung dari terpaan rintik hujan yang membasahi lokasi sejak sore.


Ya, meskipun hujan sempat membuat pagelaran itu mundur beberapa jam dari jadwal semula, namun para penonton yang terus berdatangan ke lokasi tampak tetap bersemangat.

Saat hujan gerimis masih terus mengguyur, tidak sedikit dari mereka tetap asyik menonton di depan panggung sambil memegang payung. Ada yang berdua bareng pasangan, ada juga yang ramai-ramai berpayung ria bersama teman-teman. Sementara penonton lain memilih menyaksikan pertunjukan dari tempat beratap yang terletak agak jauh dari panggung.

Para musisinya sendiri rata-rata terlihat tidak terganggu dengan cuaca yang kurang bersahabat. Di atas panggung, mereka tampil bergantian dengan lancar di pertunjukan jazz yang digelar oleh ThinkTank! Creative Consultant itu hingga tuntas mendekati tengah malam.

Penonton semakin memenuhi daerah depan panggung ketika Indra Aziz Beatbop Project featuring Riza Arshad (simakDialog) tampil di atas panggung yang didirikan di lapangan untuk latihan golf itu. Disusul kemudian oleh The Jongens Jazz Quartet.

Selanjutnya, kehadiran Barry Likumahuwa Quintet semakin menyedot ratusan penonton ke arah depan panggung. Sebagian masih tetap bermodal payung untuk menghadapi gerimis hujan yang sesekali masih menerpa, tapi ada juga yang nekat menonton sambil berhujan-hujan. Untunglah hujan malam itu tidak deras seperti di sore harinya.

Sebelum masuk ke sesi “A Tribute to Gombloh”, berturut-turut Dira Sugandi dan Andien muncul di atas panggung. Penampilan mereka berdua semakin menambah semangat para penonton. Suasana di depan panggung pun makin penuh sesak. Sayangnya, Dira dan Andien masing-masing hanya membawakan dua lagu saja.

Sesi khusus untuk mengenang Soedjarwoto Soemarsono alias Gombloh diawali dengan penyerahan penghargaan dari Kika Dhersy Putri sebagai pihak penyelenggara kepada keluarga almarhum Gombloh yang diwakili oleh istri dan anaknya. Setelah itu, Dira Sugandi kembali hadir di atas panggung. Ia tampil membawakan lagu Gombloh yang bertajuk “Lestari Alamku (Berita Cuaca)” yang langsung disambut paduan suara para penonton.

Sementara Andien harus menyanyikan kembali “Setengah Gila” yang liriknya cukup unik itu. Indra Aziz sendiri kebagian lagu “Kugadaikan Cintaku”. Sebagai penutup, Dira, Andien, dan Indra bersama-sama membawakan “Kebyar Kebyar” yang legendaris itu.

Asal tahu saja, semua lagu Gombloh yang dihadirkan dalam pertunjukan kali ini diseleksi dan diaransemen ulang oleh Nikita Dompas dan Indra Perkasa sebagai Music Director dan Music Arranger.

Oh ya, meskipun Just Jazz Festival 2011 resmi ditutup seiring berakhirnya lagu “Kebyar Kebyar”, namun sebenarnya acara itu masih menyisakan bonus sebuah jam session yang sangat menarik karena diikuti oleh hampir semua penampil, kecuali Andien. Sayangnya banyak penonton yang terlalu buru-buru meninggalkan arena pertunjukan.

2 Comments

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Sembarang.com » Just Jazz Festival 2012 Digelar Awal Juni
  2. Sembarang.com » Festival Jazz untuk Surabaya dan Franky Sahilatua

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*