Bob James Dihadang Masalah Teknis
Di hari terakhir Java Jazz Festival 2006, urusan manggung Bob James dihadang masalah teknis. Pada lembaran jadual semula, seharusnya Bob James Quintet dijadualkan manggung sekitar pukul 17.00 WIB. Terus diundur lagi beberapa jam ke depan. Eh, gak tahunya hingga sekitar pukul 20.00 WIB, pintu masuk masih belum dibuka juga. Padahal ribuan penonton udah menyemut menunggu untuk masuk ke Plenary Hall.

Akhirnya mendekati 20.30 WIB, pintu masuk baru dibuka. Entah karena tidak perlu membeli tiket tambahan meskipun acaranya di Plenary Hall atau karena banyak yang suka dengan permainan pianonya, tampak ribuan penonton memadati panggung utama atau Dji Sam Soe Hall itu.
Sayangnya, kenyamanan penonton dalam menikmati permainan Bob James, Nathan East, Jack Lee, Lewis Pragasam, dan Dave Mc Murray harus terganggu dengan gangguan pada sound system di hall itu. Beberapa kali terdengar suara kresek-kresek dari sederet speaker yang terpasang di tempat itu. Agak mengganggu sih, tapi untunglah paduan permainan Bob James dan kawan-kawan masih bisa menghibur.
Maliq ‘n D’Essentials Membius Penonton JJF 2006

Di hari ke-2 Java Jazz Festival 2006, bisa dibilang Maliq ‘n D’Essentials menjadi pengisi acara yang paling ditunggu penonton. Meskipun jadual manggungnya sempat molor lebih dari 30 menit dari jadual semula namun tetap aja gak mengurungkan niat penggemar kelompok yang barusan merilis album repackage itu.

Sejak lagu pertama Sunshine bergulir, suasana di Exhibition Hall A JCC langsung dipenuhi dengan ribuan suara penonton yang ikut bernyanyi dan terkadang menjerit histeris. Bahkan ketika Angga dan kawan-kawan membawakan lagu terbaru mereka, The One, para penonton yang terdiri dari berbagai usia itu tetap aja ikutan nyanyi bareng. Rupanya udah hapal. Penontonnya memang lebih bersemangat dibanding dengan yang nonton Indonesian Idols yang tampil beberapa jam sebelumnya di hall yang sama.

Di panggung lain, sejumlah artis lokal juga memperoleh antusias penonton yang cukup besar. Sebut saja dua kelompok seperti Kahitna (di Cendrawasih 1) dan Mocca (Cendrawasih 2 & 3). Meskipun manggung pada jam yang hampir bersamaan dan di ruangan yang bersebelahan, tetap aja dipenuhi banyak penonton.
Hari ke-2 Java Jazz Festival 2006 memang lebih banyak menyedot penonton ketimbang hari pertama. Bagaimana dengan hari ini (5/3) yang merupakan hari terakhir acara pesta musik jazz kelas internasional itu? Kita lihat saja!
Semua Artis JJF 2006 Tampil Sepanggung? Why not?

Pasti banyak yang sudah tahu kalo Java Jazz Festival (JJF) 3-5 Maret 2006 bakal menampilkan ribuan musisi jazz dari berbagai negara. Nah, terbayang gak jika mereka semua rame-rame manggung bareng dalam satu panggung? Memungkinkan?
Mendapat pertanyan seperti itu dari Sembarang.com, Peter F. Gontha, Chairman JJF, langsung sibuk bertanya ke sejumlah artis lokal dan asing yang ikut hadir dalam press conference sore itu di Lagoon Tower, Jakarta Hilton International, Jakarta.
“Kolabarasi sebuah performance and all all the artis on stage? Will you do?” tanya Peter yang disambut dengan sambutan bersemangat dari para musisi.
“Seperti “We Are The World” (proyek Live Aid -red) ya? Mungkin siapa tahu ya. Ide yang bagus! Mungkin tahun depan ya. Siapa tahu kita bisa jam session pada hari terakhir, ” kata Peter memberi harapan.
Mari kita nantikan hal itu terjadi di acara Java Jazz Festival! ![]()
Take 6 dan Jonathan Butler Hampir Batal Tampil di JJF 2006

Bagi penggemar Take 6 dan Jonathan Butler, mungkin harus bersyukur karena mereka akhirnya bakal tampil dalam Java Jazz Festival (JJF) 2006 lusa. Pasalnya, mereka sempat ragu-ragu untuk datang ke Indonesia.
“Yang paling terakhir melakukan konfirmasi adalah Jonathan Butler. Sesudah dilakukan banyak sekali (pendekatan) persuasi, akhirnya dia berkenan juga untuk tampil. Begitu juga dengan Take 6. Mereka juga termasuk artis yang terakhir melakukan konfirmasi, ” ungkap Peter F. Gontha, Festival Chairman, menjawab pertanyaan Benny Chandra dari Sembarang.com dalam press conference tadi sore di Lagoon Tower, Jakarta Hilton International, Jakarta.
Tetapi, menurut Peter, dalam urusan konfirmasi ada yang lebih penting. “Sebenarnya yang lebih penting, siapa artis yang paling pertama bilang mau datang? Michael Paulo!” kata Peter sambil memuji musisi berdarah Hawaii dan Jepang yang bakal manggung di tanggal 3 dan 4 Maret 2006 itu.
Sementara yang tidak jadi datang ke Indonesia adalah New Jungle Orchestra dari Denmark. “Karena suatu alasan, mereka batal datang. Seharusnya kedatangan mereka disponsori oleh kedutaan mereka,” ujarnya lebih lanjut.
Java Jazz Festival 2006
Ajang festival jazz akbar tahunan akan segera digelar lagi! Dengan misi Bringing the World to Indonesia, Dji Sam Soe Super Premium Jakarta International Java Jazz Festival 2006 (JJF 2006) bakal berlangsung selama tiga hari berturut-turut mulai 3 sampai 5 Maret 2006 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta.
Oleh penyelenggaranya, hajatan musik akbar yang telah tercatat dalam kaleidoskop jazz dunia ini diharapkan dapat membantu memulihkan citra Indonesia yang terpuruk di kancah internasional akibat terorisme sekaligus menggairahkan sektor pariwisata serta menggalang semangat persahabatan dan kerja sama global. “Telah lama saya menyimpan hasrat melakukan sesuatu yang cukup berarti bagi bangsa dan negara, saya bersyukur dapat mewujudkannya melalui sesuatu yang telah menyatu dengan jiwa saya, musik jazz,” kata Peter F. Gontha, Pendiri dan Festival Chairman, dalam press release yang dikirim ke Sembarang.com.
Untuk tahun ini, para penikmat jazz akan terpuaskan dengan penampilan hampir 400 musisi mancanegara telah mengkonfirmasikan keikutsertaan mereka dalam JJF 2006. Jumlah itu lebih banyak dari tahun lalu. Ditambah dengan jumlah musisi tuan rumah, total musisi yang akan tampil melebihi 1000 orang yang sebagian di antaranya terbagi dalam 100-an kelompok musik. Tentu saja termasuk di dalamnya nama-nama seperti Patti Austin, Kool & the Gang, Brand New Heavies, Lee Ritenour, Bob James, Jeff Lorber, Tower of Power, Mezzoforte, Omar & Carleen Andersen, Take 6, Marc de Clive Lowe, Daniela Schaechter, Hiromi, Ad Colen Quartet, Eric Benet, Bubi Chen, Margie Segers, Oele Pattiselano, Luluk Purwanto, Andi Riantono, Elfa Secoria, Indra Lesmana, Ireng dan Kiboud Maulana, Benny Likumahuwa, Deviana, Gilang Ramadhan, Dwiki Dharmawan, Aksan Syuman, Bintang Indrianto, Balawan, Riza Arsyad, Discus, Saharadja, Rieka Roeslan, Nial Djuliarso, Tomorrow People Ensemble, Nina Tamam, Ello, Glenn Fredly, Mocca, Tangga, Kahitna, dan sederet nama lainnya. Mereka akan mempersembahkan musik jazz dalam berbagai komposisi dan bentuk dari era tempoe doeloe hingga kini.
Selain itu, JJF 2006 juga akan menampilkan atraksi seni dan budaya tradisional Indonesia dengan “Pentas Musik Maluku” sebagai puncaknya yang dipersembahkan sebagai penghargaan kepada John Pattirane dan Chris Kayhatu, dua tokoh musik asal Maluku. Dalam sesi itu, bakal hadir para musisi terkenal asal Maluku seperti Bob Tutupoli, Margie Segers, Harvey Malaiholo, Ruth Sahanaya, Shakila, Andre Hehanusa, Glenn Fredly, Joppie Latul, Ello, Utha Likumahuwa, Mike Idol, Daniel Sahuleka, Massada, dan banyak lagi.
Dari panggung-panggung yang menyebar di seluruh area JCC, penonton akan dapat menikmati 150 pertunjukan selama 3 hari atau rata-rata 50 pertunjukan selama 9-12 jam sehari yang dimulai dari siang hari hingga tengah malam. Jangan lupa, akan ada pula “Special Show” dari Patti Austin diiringi Dave Koz Rendezvous All Stars (Jumat), Tower of Power (Jumat), Take 6 (Sabtu), Brand New Heavies (Sabtu), Omar dan Carleen Andersen dengan bintang tamu Incognito (Minggu), serta Kool & the Gang (Minggu).
Tiket JJF 2006 dapat diperoleh di sejumlah ticket box yang tersedia dengan harga Rp 350.000 (tiket harian), Rp 900.000 (tiket terusan 3 hari), dan Rp 150.000 (special show). Oh ya, ada harga khusus untuk pelajar dan mahasiswa loh…