Author Archive
You are browsing the archives of Ben.
You are browsing the archives of Ben.
Perkembangan film Indonesia beberapa tahun belakangan ini cukup menggembirakan. Meskipun tema yang diangkat masih belum terlalu variatif dan kualitas yang tidak merata namun jumlah film Indonesia yang diputar di bioskop terus meningkat dari waktu ke waktu. Bahkan di beberapa jaringan 21 Cineplex, layar yang tersedia sempat didominasi oleh film Indonesia. Di Surabaya 21, misalnya. Pada pertengahan bulan Juni 2006 kemarin, dari 5 layar yang tersedia, 3 di antaranya diisi oleh film Indonesia. Saat itu film yang sedang tayang adalah Heart, Cewek Matrepolis, dan Lentera Merah.
Secara keseluruhan, selama kurun waktu Januari hingga Juni 2006 saja jumlah film Indonesia yang sudah dan tengah ditayangkan jaringan 21 Cineplex mencapai 19 buah. Sementara, “Tahun lalu, dalam kurun waktu yang sama, ada 14 buah film Indonesia. Total untuk 2005 semuanya ada 29 judul,” kata Joen Soemarno dari PT Indo Ika Mandiri, perwakilan 21 Cineplex untuk Jawa Timur dan Bali.
Dari data itu terlihat bahwa hingga pertengahan tahun 2006 telah terjadi peningkatan 35% dibanding tahun 2005. Padahal masih ada sederet film Indonesia lainnya yang sudah bersiap untuk diputar usai Piala Dunia 2006. Akankah hingga akhir tahun nanti jumlahnya bisa mengalahkan film Indonesia yang diputar tahun lalu? Sepertinya sih bukan sesuatu yang sulit. Lihat saja nanti.
Di antara sederet film Indonesia yang diputar hingga pertengahan tahun 2006 ini, ada satu film yang cukup menonjol, terutama dari lama masa tayangnya. Film itu adalah Heart arahan sutradara Hanny R. Saputra. Dari informasi yang diberikan oleh perwakilan 21 Cineplex, film yang dibintangi oleh Nirina Zubir dan Irwansyah tersebut sudah bertengger lebih dari sebulan sejak tayang 11 Mei 2006 lalu.
“Untuk Surabaya, hingga hari ini Heart sudah memasuki hari yang ke-50. Ini termasuk hebat lho. Penontonnya memang cukup banyak meskipun belakangan sudah agak menurun,” kata Joen Soemarno dari PT Indo Ika Mandiri (perwakilan 21 Cineplex untuk Jawa Timur dan Bali), ketika dihubungi dua hari lalu (29/6).
Prestasi itu rupanya cukup mengejutkan Nirina yang dalam film itu berperan sebagai gadis tomboy bernama Rachel. “Wow, bangga! Gak nyangka!” seru Nirina kepada Sembarang.com via telepon hari ini (1/7)
“Padahal awalnya kita cuma mengharapkan apresiasi yang tinggi tapi ini sudah di luar harapan. Terakhir ada yang ngasih tahu sudah 1 juta penonton. Bagus banget,” lanjut cewek yang sedang bersiap tampil lagi dalam beberapa film lain ini.
Melihat Heart yang hingga hari ini masih diputar di sejumlah bioskop jaringan 21 Cineplex, inginnya film itu bisa diputar sampai kapan? “Kita lihat saja nanti. Ini aja udah sangat bagus,” ujar Nirina. Ada yang bisa menebak bakal bertahan sampai berapa hari? ![]()






Terinspirasi dari judul artikel Lois Lane (Kate Bosworth) berjudul “Why the World Doesn’t Need Superman” yang dalam film Superman Returns disebutkan memenangkan penghargaan Pulitzer Prize, memunculkan ide soal judul “5 Alasan Mengapa Kita Tidak (Terlalu) Butuh Superman Returns“. Apa saja itu? Tunggu dulu.
Sebelum melangkah lebih jauh, asal tahu saja, jika dilihat sesuai urutannya, seharusnya Superman Returns merupakan kelanjutan dari film Superman terakhir yang dimainkan oleh Christopher Reeve, Superman IV: The Quest For Peace. Namun pada kenyataannya tidak demikian. Film kali ini justru lebih berkaitan dengan Superman (1978) dan Superman II (1980). Saking eratnya, beberapa adegan di Superman Returns jadi terkesan seperti pengulangan dari dua film pertama Superman itu. Remake? Tidak persis sih. Prekuel dari Superman III? Sepertinya tidak. Bingung? Ya udah, mari kita lihat saja kelima alasan itu.
Meskipun konser Westlife di Jakarta pada 12 September 2006 nanti belum masuk dalam jadual di situs web resmi Westlife, namun pihak Java Musikindo memastikan mereka sudah teken kontrak dengan pihak boyband asal Irlandia itu.
“Kami sudah sign kontrak dengan Westlife, makanya kami berani mengeluarkan press release,” kata Christy dari Java Musikindo menjawab pertanyaan Sembarang.com via e-mail.
Sementara mengenai harga tiket konser yang akan digelar di tersebut, masih belum jelas. “Harga tiket belum ditetapkan, tapi mungkin akan berkisar 300 ribu dan 450 ribu,” ujar Christy.
Meskipun belum ditetapkan, kemungkinan besar harganya tidak jauh-jauh dari kisaran itu. Jadi, buat yang mau nonton silakan kosongkan jadual dan nabung dari sekarang!
Westlife bakal manggung lagi di Jakarta! Grup musik asal Irlandia yang pernah manggung di Jakarta pada tahun 2000 dan 2001 itu akan segera diboyong kembali ke Jakarta oleh JAVA Musikindo. Demikian informasi yang disampaikan pihak JAVA Musikindo dalam press release-nya.
Westlife dijadualkan manggung pada Selasa, 12 September 2006 pukul 20.00 WIB di Tennis Indoor Senayan Jakarta. Semoga konser kelompok yang beranggotakan empat orang itu tidak diwarnai dengan pembatalan seperti konser-konser lain.
Sebagai informasi tambahan, pada bulan November 2005 lalu Westlife meluncurkan album berjudul “Face to Face” yang di dalamnya terdapat sejumlah lagu daur ulang seperti You Raise Me Up, When You Tell Me That You Love Me, dan In This Life.
Ingin dapat info lebih lanjut soal konser boyband itu? Kontak aja JAVA Musikindo di Plaza Mutiara lantai 2, Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan. Teleponnya (021) 579 88623-5.