Author Archive

You are browsing the archives of Ben.

July 28, 2006

Sekedar Meminjam Nama Miami Vice

miami vice

Kembali penonton Indonesia mendapat kesempatan pertama menonton film Hollywood terbaru. Lebih duluan satu hari ketimbang jadual rilis internasional, Miami Vice sudah diputar di bioskop di Indonesia mulai 27 Juli 2006 kemarin. Dengan ‘kesempatan’ yang tidak dimiliki oleh setiap film asing yang masuk ke Indonesia, seharusnya film adaptasi dari serial tv tahun 80an itu menjanjikan sesuatu yang menarik. Setidaknya lebih baik dari versi televisinya. Namun, nampaknya tidak demikian.

Setelah 135 menit berlalu tetap saja masih sulit menemukan apa yang bisa diandalkan dari film besutan Michael Mann ini selain ‘merek’ Miami Vice dan Michael Mann sendiri. Nostalgia? Lupakan saja. Karakter dua detektif yang bergaya glamour dan flamboyan yang selama ini identik dengan Don Johnson dan Philip Michael Thomas agak susah ditemui pada penampilan Colin Farrel dan Jamie Foxx yang berperan sebagai James “Sonny” Crockett dan Ricardo “Rico” Tubbs. Sudah gitu, sebagai Sonny, Colin terlihat gendut dan tanpa jas putih ‘kebangsaan’ pula. Padahal di serial tv-nya, sosok yang biasanya terlihat lebih ‘berisi’ itu justru Rico, bukan Sonny.


[Baca Selengkapnya »]

July 27, 2006

G2000 & U2 50% off

Apakah Anda pemegang BCA Credit Card, G2000 Premium, atau U2 Plus Card? Berbahagialah karena Anda bisa mendapat diskon sebesar 50% all items saat belanja di gerai G2000 dan U2. Syarat dan ketentuan berlaku.

Ingat, promosi ini hanya berlaku selama 27-29 Juli 2006. Bergegaslah ke gerai-gerai G2000 dan U2 terdekat di kota Anda. Buruan!


[Baca Selengkapnya »]

July 25, 2006

Cokelat Daur Ulang Lagu-Lagu Perjuangan

cokelat

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menunjukkan rasa nasionalisme sekaligus memberi kado bagi Republik Indonesia yang bulan depan akan memperingati ultah ke-61. Salah satunya adalah membikin album bertema patriotisme. Itulah yang dilakukan Cokelat dengan menghadirkan album baru berjudul Untukmu Indonesiaku. Lewat album spesial ini, selain mengusung dua lagu baru, Cokelat mendaur ulang 8 buah lagu wajib nasional dan lagu bertema perjuangan (termasuk 1 lagu lama milik Cokelat) dengan ramuan musik pop modern tanpa menghilangkan ruh lagu aslinya.

“Kami bikin album ini untuk memberi sesuatu bagi Indonesia yang tentunya sesuai dengan kemampuan Cokelat yaitu bermusik. Cokelat merasa sudah saatnya melestarikan lagu nasional yang sekarang ini sudah tenggelam dari hinggar bingar oleh musik modern,” kata Edwin, sang gitaris, dalam rilis yang dikeluarkan pihak label Sony BMG Music Indonesia.

Lebih lanjut diceritakan, pengerjaan album ini memakan waktu sekitar tiga bulan. Pemilihan dan penggarapan aransemen lagu-lagu perjuangan dalam album ini dikerjakan di tengah-tengah promo tur album The Best Of Cokelat ‘Tak Pernah Padam’. Riset kecil-kecilan pun sempat dilakukan para anggota Cokelat. Demi mendapatkan feel yang pas dalam menggarap album ini, mereka cabut ke Pulau Bali. Memasuki pertengahan bulan Juni 2006, lagu-lagu untuk album Untukmu Indonesiaku ini akhirnya selesai direkam.

Sebagai single pertama terpilih Satu Nusa Satu Bangsa ciptaan L. Manik. Berikutnya ada lagu Tanah Airku yang sempat bikin Kikan meneteskan air mata saat take vocal. Selanjutnya masih ada sederet lagu lainnya seperti Kebyar-Kebyar, Syukur, Bangun Pemuda-Pemudi, Halo-Halo Bandung, dan Hari Merdeka. Sementara lagu Bendera ciptaan Erros ‘Sheilla on 7′ yang dirilis Cokelat tahun 2002 silam dibikin dalam versi baru dengan raungan gitar yang lebih menonjol. Dua lagu baru yang ditulis personil Cokelat pun tak kalah bernuansa nasionalisme. Simak saja Cinta Damai ciptaan Edwin ‘Cokelat’ dan Ikrar Kami bikinan Ernest ‘Cokelat’.

Hmm, kayaknya seru juga tuh pas di acara 17-an nanti mutar lagu-lagu Cokelat dari album baru ini…


[Baca Selengkapnya »]

July 25, 2006

Dua Lagu Baru Warna di Album “with Friends”

warna

Warna is back! Warna kembali hadir dengan album baru bertajuk “with Friends” yang diluncurkan pada bulan Juli 2006 ini. Dengan formasi Ira (sopran), Ria (mezzo sopran), Ary (alto), Sarwana (tenor), dan Stephen (baritone), mereka tampil dengan image baru yang fresh, friendly, dan hip. Image itu berusaha ditampilkan dalam dua singles baru mereka di album itu, Kisah Terindah dan 50 Tahun Lagi. Demikian menurut rilis dari Sony BMG Music Indonesia.

Dalam lagu Kisah Terindah, yang menjadi hit single pertama, Warna tampil total dengan balutan irama ballad pop manis ciptaan Yovie Widianto. Sementara di single lainnya berjudul 50 Tahun Lagi karya Dewiq dengan aransemen DJ Sumantri, kelompok bentukan tahun 1995 ini mengusung aliran musik classic disco.

Yang menarik, album ini juga diisi dengan lagu-lagu hits dari Nina (mantan personil Warna), Padi, Audy, Glenn Fredly, Tangga, Mike Idol, GIGI, Rio Febrian, Numata, dan Cindy. Konsep album baru Warna ini jadi mengingatkan pada albumnya Ratu “& Friends” yang juga berbonus lagu-lagu dari artis lain selain dua singles Ratu. Sepertinya inilah cara baru merilis single ala artis Indonesia, mengemas lagu baru bersama sederet lagu ngetop dari artis lain yang masih satu perusahaan rekaman. Cara yang cukup jitu dalam menjual singles!


[Baca Selengkapnya »]

July 22, 2006

Rahasia Badan Rahasia di Balik Benteng Digital

digital fortress

Meskipun merupakan novel pertama Dan Brown yang diterbitkan agak jauh sebelum The Da Vinci Code, novel edisi Bahasa Indonesia cetakan Mei 2006 dari Digital Fortress (1998) ini tetap menarik untuk dibaca. Dengan mengusung setting dunia teknologi yang tergolong jarang digunakan dalam sebuah novel drama, Digital Fortress menawarkan kisah penuh ketegangan dan konflik kepentingan. Ya, bagi yang tidak terbiasa berada dalam lingkungan komputer dan internet bersiaplah untuk masuk ke sebuah dunia lain yang sarat dengan istilah-istilah asing. Cerita yang diusung novel ini memang kental dengan istilah dalam dunia teknologi. Buat yang tidak terbiasa mungkin akan terasa berat membosankan. Untunglah Dan Brown masih menyisakan celah untuk urusan cinta, politik, kehormatan, dan kekuasaan.

Semua dimulai dari sebuah akhir pekan penuh kejutan bagi Susan Fletcher. Pagi-pagi David Becker, kekasihnya, dengan alasan ada urusan penting, secara mendadak menunda rencana kencan romantis perayaan enam bulan pertemuan mereka. Belum hilang dari keterkejutannya dengan sikap David, kembali cewek berusia 38 tahun itu terheran-heran ketika ditelepon Komandan Strathmore, atasannya, untuk segera ke kantor karena ada urusan darurat. Tidak biasanya ada kerjaan penting bagi dirinya di akhir pekan. Susan mungkin tidak mengira bahwa semua itu hanyalah awal dari berbagai rentetan peristiwa yang akan menjadi bagian paling menegangkan dalam hidupnya sebagai Kepala Bagian Kriptografi NSA (National Security Agency).


[Baca Selengkapnya »]